Sebuah kesalahan aku kembali saat hatiku
benar-benar kosong
Aku baru saja patah hati karena dia sudah
memilih bahagia dengan yang lain.
Aku tidak ingin menyebutkan siapa, karena
sekarang aku sudah melupakannya.
Sejak itu aku berusaha menutup hatiku.
Enggan dan malas mencari lagi, bukan masanya
untuk pacaran lagi.
Perihal jodoh, ah besok juga pasti datang
dengan sendirinya.
Kamu selalu menasihatiku, untuk membuka hatiku,
lihat sekitarmu.
Aku kesal.
Kenapa pada akhirnya aku mau saja mengikuti
saranmu itu.
Aku kembali ke masa lalu
Masa yang kemudian memberiku harap.
Awalnya aku mengira, ah mungkin ini hanya rasa
penasaran yang belum selesai.
Mungkin memang masa lalu itu adalah cara Tuhan
menetralkan perasaan kita.
Dan sekarang Tuhan kembali mempertemukan kita
untuk berteman.
Dimana kita sudah sama-sama dewasa, terutama
aku.
Aku selama ini hanya diam, dan memilih tak
menceritakan kejadian sebenarnya.
Setelah membaca tulisanmu, ingin rasanya aku
bilang,
Aku juga merasakan yang sama.
Tapi toh buat apa aku baru bilang sekarang.
Sepertinya sudah terlambat,
kita sudah punya jalan dan pilihan
masing-masing.
Mungkin ketika dulu aku dan kamu sama-sama tau
perihal perasaan ini,
mungkin aku dan kamu sudah menjadi kita.
Aku mengira cerita lama itu sudah usang dimakan
waktu.
Dimana sudah banyak peristiwa yang telah
terlewati
Dimana sudah banyak pertemuan dengan manusia
manusia lain
Dan ingatan manusia yang lebur karena usia
Namun ternyata cerita itu tidak pernah punah
meski dimakan sang waktu
cerita itu masih tetap sama meski sudah
melewati segala kondisi
pada akhirnya cerita itu yang membawa kita
kembali lagi
kembali merangkai cerita lama yang belum selesai
cerita yang masih terjaga dengan rapi
bukan untuk memulainya dari awal
namun untuk melanjutkannya
karena tentu kita tidak akan melupakan cerita
di masa lalu
meski mungkin pahit
namun kisah tersebut justru cambukan untuk
saling menguatkan di masa sekarang.