Rabu, 08 Agustus 2018

Sebuah kisah dari masa lalu

Sebuah kesalahan aku kembali saat hatiku benar-benar kosong
Aku baru saja patah hati karena dia sudah memilih bahagia dengan yang lain.
Aku tidak ingin menyebutkan siapa, karena sekarang aku sudah melupakannya.
Sejak itu aku berusaha menutup hatiku.
Enggan dan malas mencari lagi, bukan masanya untuk pacaran lagi.
Perihal jodoh, ah besok juga pasti datang dengan sendirinya.

Kamu selalu menasihatiku, untuk membuka hatiku, lihat sekitarmu.
Aku kesal. 
Kenapa pada akhirnya aku mau saja mengikuti saranmu itu.

Aku kembali ke masa lalu
Masa yang kemudian memberiku harap.

Awalnya aku mengira, ah mungkin ini hanya rasa penasaran yang belum selesai.
Mungkin memang masa lalu itu adalah cara Tuhan menetralkan perasaan kita.
Dan sekarang Tuhan kembali mempertemukan kita untuk berteman.
Dimana kita sudah sama-sama dewasa, terutama aku.

Aku selama ini hanya diam, dan memilih tak menceritakan kejadian sebenarnya.
Setelah membaca tulisanmu, ingin rasanya aku bilang,
Aku juga merasakan yang sama.

Tapi toh buat apa aku baru bilang sekarang.
Sepertinya sudah terlambat,
kita sudah punya jalan dan pilihan masing-masing.
Mungkin ketika dulu aku dan kamu sama-sama tau perihal perasaan ini,
mungkin aku dan kamu sudah menjadi kita.

Aku mengira cerita lama itu sudah usang dimakan waktu.
Dimana sudah banyak peristiwa yang telah terlewati
Dimana sudah banyak pertemuan dengan manusia manusia lain
Dan ingatan manusia yang lebur karena usia

Namun ternyata cerita itu tidak pernah punah meski dimakan sang waktu 
cerita itu masih tetap sama meski sudah melewati segala kondisi 

pada akhirnya cerita itu yang membawa kita kembali lagi
kembali merangkai cerita lama yang belum selesai
cerita yang masih terjaga dengan rapi

bukan untuk memulainya dari awal
namun untuk melanjutkannya
karena tentu kita tidak akan melupakan cerita di masa lalu
meski mungkin pahit
namun kisah tersebut justru cambukan untuk saling menguatkan di masa sekarang.

Share: